Perbedaan Konsultan dan Coach

Seorang coach hanya bertanya dan menggali saja lewat pertanyaan-pertanyaan kepada klien tanpa memberikan saran atau masukan apapun agar klien sadar akan masalah yang dihadapi sehingga pada akhirnya klien dapat memfokuskan diri untuk menemukan solusi yang tepat dengan sendirinya lewat ide dan pemikiran klien itu sendiri sedangkan konsultan akan membantu dan memberikan saran serta masukan sampai masalah klien selesai atau target yang telah ditetapkan tercapai. Anda membutuhkan coach jika anda membutuhkan arahan dan bimbingan saja untuk mencapai tujuan anda karena anda sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk kebutuhan anda sedangkan membutuhkan konsultan saat anda tidak memiliki keahlian yang spesifik untuk kebutuhan anda sehingga membutuhkan bantuan dari luar.

Sederhananya Coach tidak akan mengerjakan pekerjaan tertentu atau menyelesaikan permasalahan yang ada melainkan membantu kita membenahi diri lewat evaluasi diri dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sedangkan Konsultan akan mengerjakan pekerjaan atau menyelesaikan masalah yang diminta oleh klien secara langsung. Lingkup ruang kerja yang dimiliki oleh konsultan jauh lebih luas dibandingkan dengan coach karena coach hanya sebatas mengeluarkan potensi yang dimiliki oleh klien sedangkan konsultan dapat bekerja dengan cara atau metode apapun selama hasil yang diminta tercapai. Pada kenyataannya terutama di Indonesia, kedua profesi ini seringkali tidak dilakukan seperti semestinya dimana yang sering terjadi adalah coach keluar dari lingkup kerjanya dan mengerjakan apa yang seharusnya menjadi pekerjaan konsultan. Hal ini terjadi karena kurangnya edukasi akan permasalahan ini dan konsultan yang masih kurang populer dibandingkan dengan coaching. Coaching menjadi lebih populer karena berada di hampir setiap bidang usaha tidak seperti konsultan yang terbatas bidang usahanya diakibatkan diperlukannya keahlian khusus untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Manfaat dari coach diantaranya adalah:

  1. Mendorong Anda untuk berpikir lebih.
  2. Menggali kemampuan dalam diri Anda. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan dalam memecahkan masalah yang anda hadapi.
  3. Membuat Anda berlaku independen, bertanggung jawab dan ownership (rasa memiliki) untuk mencapai tujuan yang akan dicapai.

Sedangkan jika bekerja sama dengan konsultan, konsultan dan klien memecahkan permasalahan yang terjadi bersama-sama. Kelebihannya adalah waktu pengerjaan dan penyelesaian masalah relatif menjadi lebih cepat tetapi resikonya adalah  munculnya ketergantungan terhadap konsultan. Contoh yang dapat diberikan adalah ketika sebuah perusahaan mengalami masalah laporan keuangan yang berantakan maka dicarilah Konsultan Keuangan untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Klien akan memberikan data yang dibutuhkan tim konsultan dan hal ini akan membantu mereka menyelesaikan Laporan Keuangan sehingga klien tinggal  duduk dengan tenang dan laporan siap dikerjakan. Manfaat yang dirasakan pun sangat berbeda dengan coach dan diharapkan dengan membaca ini para pembaca menjadi lebih sadar dan tahu akan perbedaan diantara keduanya. Kemudian pada saat menemui masalah akan tahu harus mencari jasa yang mana.