5 MITOS DALAM BISNIS

5 Mitos dalam Bisnis

Berikut ini kami akan sharing tentang mitos-mitos yang masih berkembang dan dipersepsikan secara keliru oleh banyak pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.

Mitos #1

Bisnis tidak dapat ditinggalkan tanpa kehadiran pemilik

Faktanya adalah Bisnis dapat ditinggalkan tanpa kehadiran pemilik alias bisnis yang telah Autopilotatau minimal supervisi.

Contohnya adalah mini market seperti Indomart atau Alfamart disekitar rumah Anda, pernahkan Anda melihat kehadiran pemiliknya ? tentu tidak pernah bukan!  karena keduanya sudah memiliki sistem dan tim yang dapat diandalkan.

Masih terdapat sekitar 80% pebisnis diseluruh duniaini yang masih mengandalkan kehadiran pemilik bisnis dalam menjalankan bisnisnya. Dengan berbagai sebab dan alasan, mereka tidak dapat meninggalkan bisnisnya walau seharipun.

Alasan klasik yang sering disampaikan dari banyak pemiliki bisnis tersebut adalah karena tidak ada orang lain yang dapat menggantikannya atau tidak mungkin orang lain bisa diandalkan untuk menjalankan bisnisnya.

Ketidakpercayaan dalam memberikan wewenang atau ketidakmampuan untuk mendelegasi pekerjaan yang bernilai rendah kepada orang, menjadi salah satu faktor utama pebisnis ini tidak dapat meninggalkan  bisnisnya.

Mereka beranggapan bahwa dirinya tidak dapat tergantikan, karena tidak ada karyawan yang sebaik dan sehebat  dirinya-“ I’m The Best in My Business”

“Business Owner =  A Business &A Business =  Business Owner”

Dua hal yang tidak dapat terpisahkan & saling ketergantungan. Anda seperti dibelenggu dan diikat didalam bisnis Anda sendiri, waktu yang terbatas, tidak sempat mencari  peluang baru  apalagi mewujudkan Visi dan Misi perusahaan.

Banyak pebisnis yang menghabiskan sesuatu yang sangat sangat berharga, bahkan lebih berharga dibandingkan uang, yaitu WAKTU.

Mereka tidak memiliki waktu untuk berkumpul bersama keluarga tercinta, berlibur diakhir pekan,  melakukan olah raga yang sangat penting bagi kesehatan, bahkan tidak pernah lagi meluangkan waktu untuk melakukan hobinya yang dulu.

Walaupun mereka sukses secara materi, tetapi mereka gagal dalam menjalin hubungan yang berkualitas dengan keluarga maupun dalambersosialisasi.

Pebisnis seperti ini sangat asyik dan selalu enjoy melakukan sendiri pekerjaan yang bernilai rendah didalam bisnisnya, sehingga habislah waktu yang sangat berharga yang sebenarnya dapat diaDELEGASIKAN kepada orang lain.

Sebutan yang tepat untuk pebisnis seperti ini adalah “SUPERMAN” atau “WONDER WOMAN”.  Pebisnis seperti ini selalu menjadi “Karyawan” teladan setiap tahun, paling rajin dan sangat semangat ditempat kerjanya, datang paling pagi dan pulang yang paling malam.

Apabila bisnis Anda masih mengandalkan kehadiran Anda sebagai pemilik, maka Anda belum dapat disebut Pebisnis, tetapi disebut Self – Employee.

Anda berarti  membeli pekerjaan, membeli pekerjaan belum dapat dikatakan mempunyai  bisnis.

DefinisiBisnis menurut Brad Sugars, Founder&Chairman ActionCOACH adalah“ A Commercial, Profitable, Enterprise That Works Without You “

(Suatu Badan Usaha yang  menguntungkan yang dapat berjalan/berhasil tanpa kehadiran Anda)

Anda sebaiknya berada pada “On The Business” pada bisnis Anda, mengerjakan yang bersifat Strategic, seperti membuat Business Plan, mengembangkan bisnis, mencari peluang kerjasama, membangun networking,eksekusi strategi dan melakukan aktifitas yang bernilai tinggi yang akan mempercepat pencapaian “Goal “ di bisnis Anda.

Sebaliknya jika pebisnis yang bekerja “In The Business”,  mereka sangat sibuk dan menghabiskan waktu dan energi yang sangat berharga mengerjakan pekerjaan yang bernilai rendah, seperti menerima komplain dari pelanggan, bertindak sebagai kasir, membeli keperluan bisnis, menyetor uang ke Bank dll.

Mitos #2

Marketing = Expense  (Pemasaran = Biaya)

Faktanya Marketing adalah Investasi  bagi pebisnis yang menjalankan kampanye marketing dengan tepat dan efektif biaya.

Karena kampanye marketing yang sukses akan memberikan kontribusi revenue (omset) yang terbesar bagi suatu bisnis.

Dan aktifitas kampanye marketing adalah salah satu dari  kegiatan yang tidak boleh berhenti dalam menjalankan bisnis.

Pada saat pebisnis memulai atau menjalankan suatu bisnis, kegiatan kampanye marketing– baik above the line maupun below the line – adalah salah satu cara kita untuk mendapatkan pelanggan baru dan memperkenalkan produk dan jasa kita kepada target market.

Setelah dikenal luas, tentu harapan kita selanjutnya adalah agar pelanggan mau datang atau minimal mengontak kita untuk mendapatkan informasi, sebelum memutuskan membeli membeli produk atau jasa kita.

Kampanye Marketing dapat menjadi Biaya apabila dilakukan dengan cara yang salah dan timingyang tidak tepat. Seperti media yang digunakan tidak tepat atau salah sasaran target market.

Mitos #3

Pebisnis Seharusnya Menjadi Seorang Spesialis

Fakta sebenarnya adalah Pebisnis seharusnya menjadi Seorang Generalis.

Banyak orang beranggapan dan berkeyakinan bahwa syarat menjadi pebisnissukses adalah Si Pemilik Bisnis harus mengerti dan menguasai secara teknis operasional pada bisnis yang akan di gelutinya.

Persepsi tersebut sebenarnya ada benarnya,kalau pebisnis tersebut mengerti secarafundamental ilmu bisnis terlebih dahulu, lalu diimplementasikan pada bisnisnya.

Tetapi ternyata menurut survei >80% pebisnis tidak memiliki fundamental  atau dasar ilmu bisnis ketika memulai dan menjalankan bisnis. Sehingga banyak sekali pebisnis yang gagal dalam menjalankan bisnis pada 2 tahun pertama.

Secara teknis operasional sebenarnya pebisnis tidak wajib menguasainya, hanya sekedar mengetahui saja sudah cukup. Bahkan terkadang seandainya pebisnis tidak tahu sama sekali secara teknis mengenai bisnisnya, akan lebih baik. Mengapa ?

Ketidaktahuan akan membuat Anda memiliki perspektif yang berbeda dalam  menilai proses suatu bisnis secara teknis dan operasional, dibandingkan dengan orang yang sudah menguasai betul secara teknis suatu proses bisnis selama bertahun-tahun.Sehingga rasa keingintahuan &kreatifitas Anda tidak terpaku pada pakem-pakem  yang telah ada sebelumnya

Misalkan Anda ingin membuka bisnis restoran, maka Anda tidak harus menjadi Chef terlebih dahulu untuk memulainya. Anda dapat memanfaatkan keahlian orang lain untuk bekerjasama, sedangkan Anda dapat memikirkan ide-ide kreatif yang dapat menunjang kinerja restoran.

Apabila Anda menjadi spesialis dalam bidang tertentu, seperti menjadi Chef yang handal. Maka hal tersebut hanya baru satu bagian dari beberapa bagian bisnis yang seharusnya Anda pahami.

Syarat utama menjadi Pebisnis Sukses adalah Anda wajib memiliki Mindsets dan Skillsets yang diperlukan sebagai Pebisnis. Contoh Skillsets adalah, mempelajari pengetahuan + keterampilan Sales & Marketing, Keuangan & Akuntansi, Merekrut dan Mengelola SDM, Leadership, Manajemen Operasional.

Anda tidak harus menjadi ahli dalam semua hal, tetapi cukup mengetahui dan memahami fundamental atau dasar-dasar yang penting pada bisnis Anda.

Semakin Anda hebat hanya pada satu bidang bisnis, maka besar kemungkinan Anda terjebak dan terperangkap oleh rutinitas pekerjaanyang sangat Anda kuasai dan senangi, tetapi melupakan bagian lain yang juga tidak kalah penting.

Waktu dan energi Anda akan terkuras habis hanya mengerjakan pada satu bagian saja dan biasanya hasilnya sangat bagus, tetapi sangat buruk hasil dibagian yang lain.

Mitos #4

Menjadi Pebisnis diperlukan Bakat atau Keturunan

Fakta Sebenarnya adalah Menjadi Pebisnis tidak diperlukan Bakat atau Keturunan. Setiap orang dapat menjadi Pebisnis asalkan mau belajar dan praktek.

Memang benar, sering kita jumpai bila seorang Pebisnis mempunyai keturunan/anak maka  kelak anaknya menjadi pebisnis juga saat menjadi dewasa, meskipun tidak semua anak seorang seorang pebisnis menjadi pebisnis.

Hal ini mungkin disebabkan seringnya pembicaraan dan interaksi antara orang tua dan anak pada saat mereka berkumpul, seperti saat makan bersama dimeja makan dan lainnya, mereka selalu membahas atau berdiskusi tentang bisnis mereka. Sehingga kebiasaan, nilai dan keyakinan tersebut tertular ke anak-anak mereka.

Sama halnya seperti seorang dokter yang biasanya menginginkan anaknya menjadi dokter juga pada saat menjadi dewasa. Karena Passion seseorang itu dapat Menular

Sangat banyak contoh nyata bahwa Pebisnis Sukses yang ada di dalam dan luar negeri bukan dari bakat atau keturunan orang tua. Tetapi menjadi pebisnis yang sukses adalah hasil dari pembelajaran tiada henti dan akumulasi kegagalan dari berbagai usaha yang telah dillakukan pebisnis tersebut sebelumnya.

Berita baiknya adalah untuk menjadi pebisnis tidak diperlukan BAKAT&KETURUNAN. Dan kabar yang lebih menggembirakan lagi adalah semua Pengetahuan dan Keterampilan yang Anda perlukan untuk menjadi pebisnis sukses, semuanya bisa Anda PELAJARI.

Anda tentu mengenal Almarhum  Bob Sadino, Icon EntrepreneurIndonesia, Ayah beliau adalah seorang Guru dan menjadi Kepala Sekolah pada pemerintahan Hindia Belanda. Sebelum menjadi pebisnis Om Bob cukup lama bekerja sebagai karyawan di dalam dan luar negeri.

Pada awal tahun 1970-an Om Bob memulai usaha beternak ayam dan menjual telur ayam negeri (broiler), beliau sangat rajin mempelajari cara beternak dari berbagai sumber bacaan, terutama majalah dari Belanda. Hobi membaca & belajar beliau lalu dipraktekkan, membuatnya sukses menjadi pebisnis peternakan& agribisnis terkenal di Indonesia.

Pemilik perusahaan Kem Chick – Kem Food  dan Kem Farm ini juga membuktikan, untuk menjadi pengusaha tidak diperlukan bakat atau keturunan. Faktanya, beliau yang hanya seorang anak guru mampu menjadi pengusaha yang sangat sukses dan menjadi legenda di Indonesia.

Mitos #5

Menjadi Pebisnis Tidak Perlu Seorang KonsultanBisnis

Faktanya adalah Setiap Pebisnis Sukses yang Autopilot &Sustainablememiliki seorang KonsultanBisnis.

Apabila Anda hanya ingin menjadi Pebisnis Rata-Rata atau biasa-biasa saja Anda tidak perlu mempunyai KonsultanBisnis, tetapi jika Anda ingin menjadi pebisnis sukses dan sustainable, mencapai goal lebih cepat & mudah, meminimalkan Trial & Error, minimal supervisi, mencapai dreamsdan memaksimalkan potensi Anda, memiliki seorang KonsultanBisnisataumentor di bisnis perlu Anda pertimbangkan.

Data statistik menunjukkan,ternyata pebisnis rata-rata hanya mampu bertahan 2 tahun saja, 96% pebisnis gagal alias bangkrut dan pebisnis yang mampu bertahan hanya tersisa 4% saja dalam 10 tahun pertama.

Dua ”Penyakit Utama” para pebisnis yang seringkali saya temui adalah pebisnis yang punya mental “Saya Sudah Tahu”  dan “Saya sudah berpengalaman” . Mereka mengaku telah berbisnis selama belasan bahkan puluhan tahun, tetapi pada kenyataannya bisnis mereka tidak berkembang atau bertumbuh sebagaimana mestinya.

Sebenarnya mereka baru berbisnis selama satu tahun tetapi cara menjalankannya di fotocopy sebanyak belasan atau puluhan kali sehingga hasilnya tetap sama, tidak ada perubahan yang signifikan. Karena tidak ada orang yang membimbingnya untuk naik  kelas mencapai level yang lebih tinggi lagi di bisnisnya.

Penyebab utama tidak berkembangnya pebisnis tersebut lebih dikarenakan ketidaktahuan dan keengganan mereka untuk belajar ilmu bisnis ketika memulai dan menjalankan  bisnisnya.

Sebenarnya seorang KonsultanBisnistidak lebih pintaratau lebih hebat dibandingkanpara Pebisnis, justru pebisnislah yang sangat pintar dan hebat didalam bisnisnya. Tetapi pada kenyataannya banyak pebisnis yang tidak dapat melihat kondisi bisnisnya dari perspektif yang berbeda, karena mereka berada di dalam dan menjadi pemain dibisnisnya sendiri. Sehingga pebisnis jarang sekali memposisikan dirinya sebagai pihak pelanggan atau customer di bisnisnya.

Sedangkan seorang KonsultanBisnisdapat melihat dengan jelas dari sisi luar atau helicopter viewkondisi real bisnis dari kliennya.  Sehingga ia dapat mengetahui dimana letak kebocoran /pemborosan yang tengah terjadi pada bisnis proses si pebisnis.

Seorang KonsultanBisnisakan membantu menemukan “AHA” di bisnis Anda, dan memastikan “AHA” tersebut terealisasi. Selain itu agar Anda selalu “On the Track” menuju goal yang telah Anda tetapkan diawal, peran KonsultanBisnisadalah meberikansolusiataujawabandarimasalahAnda, mengingatkan dan memberitahukan Anda apabila ada penyimpangan dan kesalahan yang terjadi didalam perjalanan bisnis Anda.

Dan yang terpenting dan terutama adalah misi dari seorangKonsultanBisnisAdalah selalu hadir membimbing dan mensupport Anda baik dari sisi motivasi maupun ”how to” dalam bentuk strategi bisnis, rencana, eksekusi dan saran bisnis untuk mencapai goal terpenting di bisnis Anda. Semoga bermanfaat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *