Mengapa Wajib Mengurus Izin BPOM

Apa itu BPOM ???

Badan Pengawas Obat dan Makanan yang disingkat BPOM memiliki arti sebuah badan atau lembaga yang berwenang dalam mengawasi peredaran produk obat-obatan dan juga makanan di Indonesia.

Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) yang dijalankan cukup efektif dan efisien untuk mendeteksi, mengawasi, serta mencegah produk-produk yang beredar di pasaran.

Untuk apa? Jelas saja, agar bisa melindungi keselamatan, kesehatan, dan keamanan para konsumen yang membeli produk tersebut.

Berikut ini adalah prinsip dasar SISPOM (sumber : Situs BPOM)

  • Tindakan pengamanan cepat, tepat, akurat dan profesional.
  • Tindakan dilakukan berdasarkan atas tingkat risiko dan berbasis bukti-bukti ilmiah.
  • Lingkup pengawasan bersifat menyeluruh, mencakup seluruh siklus proses.
  • Berskala nasional/lintas provinsi dengan jaringan kerja internasional.
  • Otoritas yang menunjang penegakan supremasi hukum.
  • Memiliki jaringan laboratorium nasional yang kohesif dan kuat yang berkolaborasi dengan jaringan global.
  • Memiliki jaringan sistem informasi keamanan dan mutu produk.

Mengapa Harus Memiliki Izin Edar BPOM?

Sangat penting memiliki izin edar dari BPOM atas sebuah produk obat-obatan, makanan, maupun kosmetik. Salah satunya adalah karena banyak yang masyarakat yang masih meragukan produk-produk tanpa izin BPOM.

Oleh karena itu, demi berjalannya sebuah bisnis, sertifikasi BPOM penting untuk didapat agar seluruh produk yang kamu jual diakui keamanannya bagi konsumen.

Sederhananya, dengan adanya izin BPOM, maka kamu juga akan mendapatkan banyak keuntungan, yaitu:

  •  
    •  
      •  
  • Legalitas yang akan menjamin kualitas produk.
  • Sebagai garansi keamanan atas sebuah produk.
  • Kestabilan harga dari produk yang berizin BPOM.
  • Citra produk akan meningkat dibandingkan produk pesaing yang belum berizin BPOM.
  • Mudah masuk ke dalam pasar yang lebih luas.

 Fungsi Perizinan BPOM

Ada beberapa fungsi yang perlu kamu ketahui dari perizinan BPOM atas sebuah produk konsumsi, antara lain:

  • Pengaturan, regulasi, standarisasi.
  • Lisensi dan sertifikasi industri di bidang farmasi berdasarkan SOP yang baik.
  • Evaluasi produk sebelum diizinkan beredar.
  • Post Marketing Vigilance, termasuk sampling dan pengujian laboratorium, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, serta penyidikan dan penegakan hukum.
  • Pre-audit & pasca-audit iklan dan promosi produk.
  • Riset terhadap pelaksanaan kebijakan pengawasan obat dan makanan.
  • Komunikasi, informasi, dan edukasi publik, termasuk peringatan publik.

Perbedaan Izin BPOM dengan Izin Lainnya

Mungkin sekarang kamu bertanya-tanya, apa yang membedakan izin BPOM dengan izin lainnya. Simak penjelasannya, yuk!

Kamu pastinya sering melihat label dengan kode SP, MD, atau ML pada produk-produk makanan yang diikuti dengan barcode.

Misalnya, kode SP untuk Sertifikasi Penyuluhan merupakan nomor pendaftaran yang diberikan pada pengusaha kecil dengan modal terbatas dan belum dapat mengajukan P-IRT. Pendaftaran kode ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten setempat.

Ada pula P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang juga dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten kepada industri pangan skala usaha kecil dan menengah. P-IRT ini bisa menjadi jaminan bahwa produk yang dijual tersebut aman untuk dikonsumsi.

Nah, bagi produsen yang memiliki modal lebih dan mampu mengikuti persyaratan dari pemerintah untuk mendaftarkan produknya ke BPOM untuk kemudian mendapat kode MD dan ML.

Kode MD (Makanan Dalam) digunakan untuk produk obat-obatan, makanan, dan minuman yang berasal dari dalam negeri. Sementara kode ML (Makanan Luar) digunakan untuk produk pangan impor yang berasal dari luar negeri.

Selain MD dan ML, ada pula kode BPOM lainnya yang mencirikan jenis produk yang diedarkan.

Sudah paham ‘kan letak perbedaannya?

Izin yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan lebih dikhususkan untuk produsen dengan skala usaha kecil sampai menengah, tapi akan lebih baik lagi jika mendaftarkan produk olahannya tersebut ke BPOM seperti produsen dengan skala usaha besar.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *